Workshop | 17 June, 2026

Design Thinking Jadi Bekal Manajer Bakrie Group Hadapi Tantangan Bisnis, Prodi Manajemen Universitas Bakrie dan LIT Ambil Peran

Jakarta, 9 Juni 2026. Program Studi Manajemen Universitas Bakrie bersama Laboratorium Inovasi dan Transformasi (LIT) terlibat dalam pelaksanaan Bakrie Middle Management Development Program (BMMDP) Batch 9, merupakan program pengembangan manajer menengah di lingkungan Kelompok Usaha Bakrie.

Kegiatan yang berlangsung sepanjang Juni 2026 ini diikuti oleh 22 manajer terpilih dari berbagai lini bisnis dan unit sosial di bawah naungan Kelompok Usaha Bakrie. Dalam program tersebut, Prodi Manajemen Universitas Bakrie dan LIT mengawal sesi “Problem Solving and Decision Making: Design Thinking Approach” yang berfokus pada penguatan kemampuan peserta dalam memahami masalah, merumuskan solusi, dan mengambil keputusan berbasis pendekatan inovatif.

Sesi tersebut dipandu langsung oleh Kepala Program Studi Manajemen Universitas Bakrie, Prof. M. Taufiq Amir, S.E., M.M., Ph.D., bersama Kepala Laboratorium Inovasi dan Transformasi, Aryo Moedanton, S.M., M.M. Melalui pendekatan Design Thinking, peserta diajak membedah tantangan riil di lingkungan kerja masing-masing, mulai dari memahami kebutuhan pengguna, mengidentifikasi akar masalah, hingga menyusun ide solusi yang dapat dikembangkan menjadi rencana aksi.

Prof. Taufiq menyampaikan bahwa keterlibatan Universitas Bakrie dalam BMMDP Batch 9 menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.

“Design Thinking membantu peserta melihat persoalan organisasi secara lebih dekat dengan kebutuhan pengguna. Bagi manajer, kemampuan ini penting karena keputusan bisnis hari ini tidak cukup hanya berbasis asumsi, tetapi perlu berangkat dari pemahaman yang lebih dalam terhadap masalah dan konteks yang dihadapi” ujarnya. 

Aryo Moedanton menambahkan bahwa sesi ini dirancang agar mampu mempraktikkan cara berpikir inovatif dalam menyelesaikan persoalan organisasi.

“Melalui proses yang interaktif, peserta didorong untuk berdiskusi, menguji sudut pandang, dan menyusun alternatif solusi. Harapannya, pendekatan ini dapat membantu mereka membawa cara kerja yang lebih kolaboratif dan terstruktur ke unit masing-masing” kata Aryo.

Pentingnya pengembangan pola pikir inovatif juga disampaikan oleh Dr. Okder Pendrian, Chief Human Capital & Office Support PT Bakrie & Brothers Tbk. Menurutnya, kemampuan problem solving dan decision making menjadi kompetensi penting bagi manajer dalam menghadapi dinamika bisnis yang terus berubah.

“Di tengah perubahan bisnis yang semakin cepat, organisasi membutuhkan pemimpin yang mampu membaca persoalan dengan jernih, bekerja kolaboratif, dan menghasilkan solusi yang relevan. Design Thinking menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu manajer membangun pola pikir tersebut” jelas Okder.

BMMDP Batch 9 menjadi salah satu bentuk pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Kelompok Usaha Bakrie. Melalui program ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan, meningkatkan kemampuan analitis, serta menyusun rencana aksi yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing.

Bagi Universitas Bakrie, keterlibatan dalam program ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan talenta industri. Kolaborasi antara Prodi Manajemen dan LIT juga mencerminkan kontribusi universitas untuk menghadirkan kontribusi akademik yang aplikatif, relevan, dan dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

 

«Back to News